USAHA PENGRUSAKAN AKHLAQ ISLAM
OLEH MUSUH-MUSUHNYA
(1)

Memang telah menjadi sunatullah, bah- wa kaum Muslimin senantiasa diba- yangi oleh segala manuver musuh- musuhnya untuk menjauhkan kaum Muslimin dengan ajaran-ajarannya. Ini telah terjadi semenjak cahaya Islam terpancar dari Makkah Al-Mukarramah; dan akan terus terjadi hingga hari akhir. Kebebncian kaum kafir dan musyrik terhadap Islam dan kaum Muslimin, senantiasa diwujudkan melalui berbagai langkah tanpa kenal lelah, didukung potensi dana, media, iptek dan kekuatan politis serta militer yang ada; mereka senantiasa membuat makar terhadap umat Islam. Semua itu telah diperingatkan oleh firman Allah SWT :

“Dan kaum yahudi serta nashrani, tidak akan pernah ridho kepada kalian sampai kalian mengikuti agama dan ajaran hidup mereka” (QS. Al-Baqarah : 120)

Diantara aspek yang paling terasa pengaruhnya adalah makin jauhnya umat Islam dari sikap akhlaq Islami. Meski hal ini, merupakan hasil suatu proses yang cukup panjang, namun hingga kini, sedikit sekali umat yang menyadari hal tersebut. Karenanya, langkah untuk meninggikan kesadaran umat terhadap fakta ini harus dilaksanakan sesegera mungkin. Sarana perusakan yang paling berbahaya yang digunakan untuk merusak akhlaq dan tata kehidupan yang Islami adalah dengan menyuguhkan pemikiran yang salah bahkan bersifat destruktif yang mampu menjungkir balikkan tatanan sosial yang Islami serta menciptakan lingkungan yang buruk di kalangan kaum muslimin di seluruh dunia. Berbagai cara yang digunakan antara lain:
(1). Mengalihkan Ummat Kepada Gaya Hidup Permisivisme-Materialisme (keserbabolehan mencari dan mencintai harta/dunia)

Sungguh musuh-musuh Islam telah mampu merusak jalan hidup dan akhlaq kebanyakan kaum muslimin dengan menggunakan harta untuk membeli orang- orang yang berjiwa lemah, diarahkan sesuai dengan kehendak mereka. Dipasungnya kaum muslimin dalam perbuatan suap-menyuap, manipulasi harta ummat, melakukan penim- bunan secara haram, terbiasa berbuat curang dengan cara memperlicin usahanya melalui materi. Semua aktivitas tersebut, seolah suatu kebolehan tanpa dosa. Biasa dilakukan bahkan senantiasa berlomba mencari kesempatan untuk melakukannya. Penyakit tersebut telah menjalar di tengah-tengah masyaraka sehingga banyak kaum muslimin yang terbengkalai. Setiap perbuatan tidak lagi melalui jalan yang telah disyai’atkan oleh Islam, melainkan hanya melihat ‘apa yang bisa dan tidak bisa’, bukan ‘apa yang boleh dan tidak’.

(2) Pergaulan Bebas

Satu aspek di masyarakat Islam yang kini telah menggejala umum, adalah adanya sikap bebas bergaul sesuai keinginan, asal tidak menggantu orang lain. Seorang lelaki boleh berbuat apa saja terhadap wanita yang ‘suka sama suka’. Seorang remaja boleh berbuat semaunya sebagaimana yang ia dapatkan contohnya di berbagai media yang ada. Dari kondisi inilah muncul aktivitas free-sex, hancurnya nilai kasih sayang hakiki, merajalelanya prostitusi, meningkatnya angka aborsi, putusnya nilai-nilai kekeluargaan dan ber berakibat pada hancurnya tatanan sosial masyarakat.
Orang-orang yang tenggelam dalam pergaulan bebas tanpa batas, sibuk dan mabuk oleh pesona-pesona yang nisbi tertipu oleh kesenangan yang semu , secara tidak sadar mereka tidak memperdulikan bahaya besar yang mengancam peradabannya. Masyarakat yang telah bercampur aduk seperti ini akan merusak tatanan sosial yang telah dibangun oleh Islam, menyebabkan hilangnya rasa saling mencintai, putusnya rasa persaudaraan, dan akhirnya punahnya wujud eksistensinya, tidak ada lagi masyarakat yang bernama masyarakat Islam.

(3). Memperalat Kaum Wanita

Musuh-musuh Islam telah memperalat kaum wanita untuk merusak nilai Islami di masyarakat. Disebarluaskannya paham kesa- maan derajat total pria dan wanita. Dibebas- kannya aktivitas wanita sebagaimana pria. Maka batas pergaulan antara keduanya menjadi bias, karena pada hampir seluruh aktivitas pria, wanita senatiasa menyertai dan menyem- purnakannya. Dengan daya tarik artifisial yang dipoles dengan kosmetika, wanita bergerak di hadapan pria sehingga menimbulkan keter- tarikan syahwat. Sadar maupun tidak, langsung maupun tidak, hal ini berujung pada eksploitasi harkat wanita dalam masyarakat. Kewajiban wanita sebagai ibu dan pemimpin masalah rumah tangga menjadi suatu sirna, berganti menjadi perlombaan meraih prestise karier. Sebagian wanita bahkan telah rela menjadi jasad tanpa ruh, hanya sebagai benda alat pemuas naluri pria.
Lambat namun pasti, kemulyaan derajat wanita, luntur bersama lunturnya rasa malu pada dirinya. Wanita terlalu murah untuk menjadi agen penghancur tata nilai masyarakat Islam. Umat harus menyadari ini, terlebih-lebih pawa wanitanya.
Berbagai lapangan kemasyarakatan yang cukup sering digunakan dalam hal ini antara lain :

(a) Lapangan Pendidikan
Seboyan yang terkenal dalam bidang ini adalah ” peningkatan pendidikan kaum wanita”, diarahkan menurut setting kehidupan liberalisme yang serba bebas. Metode pendidikan wanita yang tidak mendukung kemuliaan derajat dan kewajiban seorang muslimah. Percampurbauran dalam pendidikan, dengan terbukanya aurat, dan dijauhkannya muslimah dari ilmu-ilmu wajib mereka sebagai ibu dan pengatur rumah tangga; menjadikan wanita ‘berpendidikan’ bukanlah wanita ‘ber-syakhshiyah Islamiyah’ tetapi berke- pribadian kapitalisme semu. Disinilah wanita muslimah terpalingkan dari tugas utamanya sebagaipencetak generasi umat yang lebih mulia dari generasi sebelumnya.

(b) Lapangan Seni dan Budaya
Tipu daya yang paling menonjol dalam bidang ini adalah menjadikan wanita sebagai obyek seni. Wanita tak ubahnya sebagai alat yang bisa diwarnai, dibungkusi dnegan media-media kosmetika dan mode. Film, majalah, radio dan televisi tak bisa lepas dari wanita. Disinilah wanita sebagai penarik sekaligus sebagai awal keruntuhan harkatnya. Ia hanya bernilai materi, tanpa nilai ruhani.

(c) Lapangan Industri dan Perdagangan
anita juga seolah tak bisa lepas dari dunia industri dan perdagangan. Kecermatan dan ketekunan wanita, serta kelemah- lembutannya dihargai murah untuk kerja mereka di sebuah pabrik, atau untuk meluluskan sebuah rencana. Iklan sebagai ujung tombak pemasaran selalu memanfaatkan wanita dengan berbagai keelokan non-alaminya, dengan desah suara dan kerling matanya. Maka angka penjualan berbagai produk menjadi meningkat meski tak ada hubungannya dengan ‘kewanitaan’. Sekali lagi, wanita hanya sebatas tubuh. Dan ini cukup banyak menimpa kaum muslimah dari berbagai latar belakang.

(3) Memasyarakatkan Minuman Keras
Minuman keras sebagai media penghilang akal, dilarang keras dalam kehidupan masyarakat Islam. Namun justeru kenikmatan nisbi yang ada di dalamnya, telah dijadikan alat ampuh untuk menarik generasi muda Islam menjauhi nilai-nilai Islami. Berbagai merek dan jenis minuman keras yang disebar pada ribuan kios melaui iklan tanpa henti, menjadi hal yang lumrah di kalangan pemuda-pemudi Islam. Ketergantungan kepada minuman haram membawa kerusakan jasad dan jiwa generasi muda. Dari sinilah, kehancuran suatu generasi berawal.

(4) Menciptakan Brbagai Permainan Yang Melalaikan Umat

iantara akhlak kaum muslimin yang luhur adalah menjauhkan diri dari perbuatan yang tidak bermanfaat, menjauhi segala sesuatu yang dapat membuang-buang waktu tanpa faedah. Namun demikian kenyataan saat ini bertolak belakang dengan sikap yang seharusnya diambil. Jenis-jenis permainan dan hiburan yang meninabobokan umat telah dijadikan bagian hidup yang amat penting bagi kaum muslimin. Berbagai bentuk olahraga yang terorganisir di seluruh penjuru dunia telah mengakibatkan potensi umat yang amat besar mengalami kelumpuhan total. Jutaan pemuda kaum muslimin lebih mementingkan olahraga daripada bidang-bidang lain yang amat diperlukan umat. Pengetahuan dan rasa cintanya terhadap olahraga telah mampu membiusnya dari ikatan-ikatan Islam yang dahulu mereka banggakan terhadap umat dan bangsa lain.

(5). Menuduh dan Mengicuh Wanita
Muslimah Berjilbab

Untuk melicinkan tipu dayanya, sebagaian musuh Islam menenpuh cara :
(a) Membuat opini umum yang negatif bahwa jilbab diidentikkan dengan kebodohan, keterbelakangan, kolot dan ketinggalan zaman, menghambat kemajuan dan produktivitas bahkan hingga tuduhan-tuduhan ekstrim yang sungguh tidak layak ditujukan kepada mereka.
(b) Memfitnah muslimah berjilbab dengan cara menyusupkan beberapa wanita karier, fasik atau bahkan pelacur yang menggoda kaum laki-laki dengan mengenakan jilbab, sehingga muncul tuduhan dan fitnah buruk yang ditujukan kepada muslimah yang mulia.

Demikianlah gambaran ringkas keadaan kepribadian dan akhlaq kaum muslimin pada saat ini. Masih banyak lagi contoh yang tidak bisa disebutkan disini satu persatu. Mereka yang membenci Islam dan umatnya telah melaksanakan upaya penghancuran yang tak terasa dari berbagai penjuru, dengan berbagai cara. Seharusnya generasi muda Islam segera menyadari bahwa merekalah cikal bakal dan sekaligus pembentuk peradaban umat masa depan. Keterlenaan mereka dalam membina diri dan akhlaq membawa konsekuensi terbengkalainya pembinaan umat. Dan kehancuran umat dimasa depan harus dibayar dengan kerja keras dan kesungguhan dimasa kini serta keterikatan yang kuat terhadap aturan / Syariat Islam.

********