Anda Adalah Apa Yang Anda Baca & Tonton

Jakarta, Kehidupan anda lima atau sepuluh tahun yang akan datang sangat ditentukan oleh buku yang anda baca, acara yang anda tonton dan orang-orang yang anda temui. Untuk itu, jangan salah memilih buku dan acara yang anda tonton serta memilih sahabat anda. Setelah melakukan riset selama 25 tahun di Harvard tentang kehidupan orang sukses, Dr. David McClelland, menyimpulkan: Pilihan Anda akan sebuah “Kelompok referensi” memiliki pengaruh yang paling besar terhadap keberhasilan Anda dibandingkan dengan hal-hal yang lain. Kelompok referensi boleh jadi adalah buku yang anda baca, sahabat akrab anda, dan juga apa yang anda tonton. Menurut saya buku, sahabat, dan tontonan adalah cerminan diri anda. Bila anda membaca buku yang berkualitas, memiliki sahabat yang berkompetensi tinggi, dan juga menonton tontotan yang berkualitas, hampir dipastikan anda adalah orang yang hidup lebih bahagia dibandingkan kebanyakan orang. Sebaliknya, bila buku yang anda baca adalah buku “murahan”, sahabat anda kebayakan trouble maker, dan tontonan anda adalah acara-acara yang “norak” maka bisa dipastikan anda adalah sosok yang mengalami kesulitan dalam menata hidup anda. Ketika buku Rich Dad Poor Dad, seri Cash Flow Quadrant yang ditulis Robert T.Kiyosaki beredar luas di Indonesia maka semua orang berlomba ingin pindah kuadran sebagaimana nasehat dalam buku tersebut. Semua ingin berubah dari seorang pegawai menjadi bisnis owner atau investor. Sahabat saya Hertanto, seorang akuntan, bahkan mendidik keluarganya dengan cara Kiyosaki. Alumni Sekolah Tinggi Akuntansi Negara ini berani memasang target keuangan; sebelum usia 45 tahun kehidupannya akan berkelimpahan dengan passive income. Bahkan aktivis Partai Keadilan Sejahtera ini juga ingin pensiun dini dari pegawai negeri. Buku-buku Kiyosaki benar-benar telah memberikan pencerahan baru bagi kehidupan Hertanto. Dan saya yakin masih ada ribuan bahkan mungkin jutaan Hertanto lainnya. Anda juga pasti ingat film Ghost yang dibintangi Demi Moore. Film ini digandrungi banyak kaum wanita. Setelah menonton film ini banyak para wanita yang meniru potongan rambut Demi Moore seperti dalam film itu, potong pendek. Kaum lelaki pun tak mau kalah. Setelah menonton film Speed para lelaki meniru potongan rambut Keanu Reeves yang menjadi ”jagoan” dalam film tersebut. Rambut cepak menjadi trend bahkan hingga sekarang. Tewasnya Reza karena di smackdown teman-temannya semakin menguatkan pendapat saya. Tontonan ternyata memberikan pengaruh yang luar biasa. Lantas, generasi seperti apa yang kita harapkan bila tontonan yang ada saat ini kurang berkualitas. Ada tontonan bergaya kekerasan seperti smackdown yang telah menelan korban. Ada tontonan yang selalu mengajarkan berebut harta dan cinta seperti dalam banyak sinetron. Ada tontonan ”klenik” yang ditonton jutaan anak Indonesia. Ada pula tontonan ”gosip” yang selalu mengabarkan tingkah polah dan keretakan rumah tangga para selebritis. Selain itu, ada pula tontonan yang memberikan fantasi berebut rizki dengan dalih kuis. Jutaan orang miskin hanya bisa ”ngiler” melihat begitu mudahnya para peserta kuis meraup jutaan bahkan milyaran rupiah. Padahal untuk mendapat selembar puluhan ribu, orang-orang miskin yang menonton acara itu harus banting tulang, kepanasan, kehujanan dan banyak meneteskan keringat. Masihkah kita berharap bangsa ini mampu bersaing di kancah internasional bila tontonan yang disuguhkan tidak bisa dijadikan tuntunan. Waspadalah…waspadalah….[MJA]